
MENGENALI TUJUAN TAMPIL DI DUNIA MAYA by Pitoyo Amrih
Agustus 16, 2008Seri Membangun Bisnis Dunia Maya
Perlukah kita membuat profile di internet? Orang boleh berpendapat dengan berbagai macam alasan untuk pertanyaan tersebut. Ketika pertanyaan itu diajukan kepada saya, bagi saya profile di internet itu perlu, mengapa? Mari kita bedah sejenak, berangkat dari maksud kita berinteraksi di internet. Kecuali kalau memang Anda tidak merasa perlu melakukan interaksi dengan individu lain di dunia maya, mungkin tak ada gunanya Anda membaca tulisan saya selanjutnya.
Misalkan ‘kehadiran’ Anda di dunia maya perlu sebatas agar tidak dianggap kuno, orang akan tahu bahwa informasi tentang Anda juga nongol di internet. Sehingga, suatu saat ketika orang yang Anda kenal ketika nama Anda diketik di search-engine, maka halaman web profile Anda menjadi salah satu dari sekian banyak list halaman web yang keluar. Wow, keren! Maka, bila itu maksud Anda muncul di dunia maya, kurang lebih andalah pasar yang dibidik oleh para penyedia jasa weblog yang pernah menjadi boom beberapa tahun lalu sampai sekarang. Orang menyebut dengan istilah Blog, kepanjangan dari weblog. Penyedia jasa ini, atau istilah kerennya Blog Provider adalah organisasi yang membuat template –susah juga mencari padanan kata ini di bahasa Indonesia, sebut saja bingkai-halaman web, sehingga dari bingkai itu Anda dengan mudah memuat apa pun sesuka Anda.
Bagi Anda yang memang ingin ‘sekadar’ tampil di dunia maya, weblog memang sungguh mengasyikan. Saya pernah mendengar ada orang kantoran yang rela begitu rajin datang ke kantor begitu pagi, atau pulang larut malam. Karena waktu-waktu itulah—pagi hari sebelum orang lain datang, dan malam hari ketika yang lain sudah pulang—mereka bisa dengan leluasa ber-weblog ria. Mereka mengetik segala hal tentang perasaan mereka, kisah kehidupan mereka, menyadur artikel favorit sana-sini. Mereka bisa berbagi dengan yang lain informasi seputar diri mereka. Buku favorit, film favorit, warna kegemaran. Mereka juga bisa meng-upload foto-foto mereka, bahkan ada beberapa weblog yang bisa juga menampilkan video pendek bagi mereka yang mau menampilkan diri mereka dalam bentuk video.
Sehingga kemudian tantangan bagi para penyedia layanan weblog adalah membuat template bagi mereka para blogger sehingga dengan mudah mereka dapat menampilkan profile mereka dan sebisa mungkin dapat di-customize begitu rupa, sehingga mengasyikan. Bisa membuat hasil akhir tampilan yang beda antara para blogger tergantung kreativitas masing-masing. Sehingga inilah tantangan para penyedia blog semacam Multiply, Blogspot, dsb. Mereka berlomba-lomba—selain dari sisi teknis masalah kapasitas dan bandwith—untuk membuat blog template yang user-friendly, mudah direkadaya sebegitu rupa sehingga mengasyikan.
Lalu bagi para blogger, apa untungnya? Bagi yang hanya merasa asyik sekadar nongol di internet adalah manfaat yang mereka harapkan, mungkin sampai di situ sudah cukup bagi mereka. Diikuti kemudian mereka menyebarkan alamat blog itu ke milis-milis, ke teman-teman mereka. Dan banyak juga yang membuat kartu nama menampilkan alamat blog mereka. Sehingga bagi mereka ini, ada sebuah kesibukan yang cukup ‘lucu’, yaitu mereka juga menyempatkan waktu menyibukkan diri dengan menuliskan nama mereka sendiri di search engine. Karena pada dasarnya, sistem indexing di search engine juga dipengaruhi oleh seberapa sering sebuah halaman web di-lalu-lalangi orang. Semakin sering, semakin besar kemungkinan berada di list atas.
Ada juga blog berantai yang dikembangkan oleh beberapa penyelenggara blog–semacam Friendster—sehingga setiap kali para blogger ini memperbarui informasi tentang mereka di blog mereka, secara otomatis akan terkirim e-mail pemberitahuan jejaring mereka yang sudah di-set sebelumnya. Sehingga mereka tidak perlu capek-capek kirim informasi mengenai update informasi yang tertampil. Bagi sebagian besar mereka hal ini juga mengasyikan. Tapi ada juga orang-orang yang mulai terganggu dengan selalu hadirnya e-mails yang sebenarnya tidak mereka harapkan tapi selalu nongol otomatis setiap teman jejaring mereka memperbarui informasi di blog.
Kalau orang yang memang ingin nongol di internet, dikenal banyak orang, logikanya memang dia akan menampilkan identitas asli mereka dan semua informasi yang mereka tampilkan benar adanya. Walaupun tidak bisa dipastikan apakah informasi yang memang seolah-olah nyata benar itu memang informasi yang benar-benar benar. Tapi terkadang saya juga heran ketika banyak juga yang nongol di internet tapi malu-malu. Mereka berinteraksi di internet dengan identitas alias, tanpa informasi domisili jelas, bila menampilka foto, juga gambar sembarang yang mereka pampang, mungkin tokoh kartun.
Nah, kelompok kedua ini, saya kok merasa sepertinya, mereka adalah bukan kelompok yang sebenarnya ingin ‘nampang’ di internet. Mereka lebih mirip kelompok yang merasa sendiri dalam hidupnya, tidak ada seseorang yang dekat dalam hidupnya yang bisa diajak berbagi mengenai apa saja. Mereka lebih nyaman menjalin pertemanan di dunia maya. Tak perlu saling tahu identitas mereka. Bisa ngobrol apa saja, dari yang resmi sampai yang kurang ajar, dari yang sopan sampai porno, pujian dan umpatan, mereka bebas. Manfaat yang mereka peroleh, sepertinya sekedar pelepasan dari rasa jenuh keseharian.
Tapi diluar dari itu semua, ada hal yang menurut saya penting tidak sekedar dari kedua manfaat diatas. Anda pun mungkin tahu, media internet, sekarang begitu membahana. Pernah menjadi gegap gempita, suatu saat mungkin sempat anteng. Tapi kenaikan pengguna internet, saya pikir sudah tak dapat dibendung lagi. Sepertinya sudah tak mungkin jumlah pengguna internet itu akan turun. Jumlah itu akan selalu naik, tinggal naiknya itu apakah sekadar linier pelan-pelan, atau kenaikan jumlah itu melonjak eksponensial. Tentunya itu tergantung dari tingkat prasarana yang disediakan para penyedia jalur, juga tergantung dari daya beli masyarakat terhadap akses. Karena yang terjadi sekarang, walaupun secara umum tidak terdapat daya beli yang meningkat dari rata-rata masyarakat kita, tapi secara rata-rata saat ini biaya sambungan internet semakin murah, sehingga secara tidak langsung meningkatkan kemampuan orang untuk terhubung.
Dan ketika dunia internet sudah menjadi alternatif yang semakin mendominasi, maka mungkin bukanlah sebuah mimpi ketika seseorang butuh informasi tentang orang lain, informasi tentang keluarganya, usahanya, profil pribadinya, maka pilihan paling cepat adalah buka PDA, atau mungkin buka laptop, cari area hot-spot. Yang konvensional mungkin datang ke warnet yang sekarang sepertinya sudah ada di mana-mana, akses ke search engine dan ketik nama orang yang ingin diketahui informasinya.
Terasa aneh, tapi begitulah kenyatannya. Orang bisa merasa lebih intim mendapatkan informasi dari layar daripada tanya kepada orang lain. Saya pernah menerima seorang tamu dari Jakarta, datang ke Solo. Kita kebetulan diskusi mengenai pekerjaan. Sampailah suatu ketika tiba saat makan siang. Cukup lama dia sibuk kutak-kutik dengan laptop-nya yang terhubung ke internet.
“Masih lama, Mas…? Ayo kita makan siang…” ajak saya.
“Sebentar, Mas, ini saya sudah dapat list-nya…,” ujar dia sambil tetap memelototi layar, tanpa menoleh ke saya.
“Lagi conect to Mas. Cari apa…?”
“Anu, ini saya lagi search tempat makan yang kira-kira enak di Solo…,” jawabnya polos. Saya tahu dia bukan dalam rangka menyindir saya. Mungkin dia orangnya terlalu lugu, lebih banyak bersama laptop-nya dari pada berinteraksi dengan orang lain. Tapi dalam hati saya lucu juga. Kenapa tidak tanya saya yang sudah lima belas tahun tinggal di Solo?
Sampai di sini, mungkin Anda bisa merasakan maksud saya akan penggolongan kelompok ketiga. Kelompok ketiga ini mungkin lebih memiliki visi jauh ke depan. Dikombinasikan dengan konsep brand-imaging, maka menampilkan profile diri kita secara jujur, benar apa adanya, sebenarnya sebuah investasi. Seperti layaknya sebuah investasi, bisa cepat kembali, bisa juga kita harus sabar menunggu return-nya. Bisa kita perkirakan, bisa juga susah kita prediksi.
Dan satu lagi, investasi ini, menanamnya mungkin ada biaya sedikit, sedikit kemauan, tapi kembaliannya tidak selalu berupa sesuatu yang bisa diwujudkan dalam rupiah. Karena bentuk kembaliannya hanya sekedar berupa awareness orang-orang, tingkat kepercayaan orang-orang. Dan kalau memang diniatkan dari awal, tidak peduli kita pakai gratisan macam media blog seperti yang saya ceritakan di atas, atau keluar modal sedikit, yang lebih eksklusif punya domain sendiri. Plus ekstra upaya membuat desain web-nya sendiri.
Lalu, apa tujuan Anda tampil di internet?[pa]
30 Oktober 2007
Pitoyo Amrih
www.pitoyo.com – home improvement